Artikel

Banten Maju dan Berdaya Saing, Mungkinkah?

Oleh : Maya Arisandy (Dosen STIE Al Khairiyah Cilegon)

Pendahuluan

Tak banyak diketahui oleh dunia sebuah provinsi yang berada paling barat di pulau jawa ini. Sebuah Provinsi yang baru memisahkan diri dari Jawa barat 18 tahun silam yaitu pada tahun 2000 dengan keputusan Undang – undang No. 23 tahun 2000. Pusat pemerintahannya berada di kota Serang dengan Slogan “Serang Bertaqwa”. Banten terdiri dari 8 kabupaten dan kota. Banten terkenal dengan religius, debus dan silatnya. Pun slogan di beberapa kota di Provinsi Banten dikaitkan dengan sesuatu hal yang religius. Sebut saja kota Cilegon, slogannya adalah “Cilegon Kota Santri” kemudian kota Tangerang “Cerdas, Modern dan Religius”.Banten terkenal dengan Gudang Jawara. Namun disayangkan para jawara belum banyak berprestasi di kancah internasional. Debus dan pencak silat merupakan ciri khas dari provinsi dimana tidak akan ditemukan seni tersebut di negara lain. Dari segi pariwisata debus dan pencak silat bisa di viralkan untuk menarik turis lokal maupun mancanagera sehingga selain makin dikenal dengan dunia, hal ini bisa menjadi sebuah profit tersendiri untuk Tanah jawara.

Banten dan Dinamika Pembangunannya

Pada saat sekarang ini, debus dan pencak silat ditampilkan saat ada pesta pernikahan dan kegiatan pemerintahan. Sebenarnya bisa lebih dari itu. Pemerintah bisa memfasilitasi di mulai dari tempat, perlengkapan hingga gelanggang untuk tampil. Pemerintah bisa membangun sebuah sistem baru yang berfokus pada pariwisata. Akan sangat disayangkan apabila hal ini terlewat. Bisa di ambil contoh yaitu provinsi Bali. Bali bahkan sudah sangat mendunia. Apabila pergi berlibur ke Bali akan terasa bukan di Indonesia namun seperti berada di luar negri karena banyak sekali turis asing yang berkunjung. Uniknya Bali adalah bertahannya budaya yang khas juga sangat kental dimana tidak berpengaruh meski banyak warga asing yang berdatangan. Adat serta budaya tidak berubah dari jaman dahulu hingga sekarang, sangat lah konsisten. Banten pun bisa seperti itu, menjadikan kemasan sebuah tampilan debus dan pencak silat menjadi unik dan menarik untuk ditonton.

Tak hanya sebuah pertunjukan debus dan pencak silat. Banyak sekali tempat – tempat di Penjuru Banten  yang tak kalah seru untuk di kunjungi. Banyak sekali tempat wisata yang bisa di kunjungi wisatawan mulai dari pantai, mesjid terapung hingga kerajaan Banten yang masih berdiri hingga saat ini. Pemerintah bisa memfasilitasi tempat – tempat wisata tersebut menjadi tempat wisata yang memberikan kenyamanan serta keamanan bagi pengunjung lokal dan internasional. Bila dikaitkan dengan segi ekonomi, hal ini akan berdampak positif pada pendapatan daerah dan meningkatkan perekonomian wilayah. Dengan adanya tempat wisata dan di kelola oleh warga lokal, maka bisa menjadikan hal tersebut sebagai ajang menciptakan lapangan kerja sehingga angka pengangguran tidak tinggi pastinya hal tersebut di barengi dengan tertib administrasi agar tidak terjadi hal – hal monopoli dan hal – hal yang tidak di inginkan lainnya. Dalam hal ini mari mengurangi pengangguran dan realisasikan menciptakan lapangan kerja dengan jangka waktu dan semangat tiada batas serta mari membangun perekonomian Banten bersama–sama dengan konsisten dan dibarengi memanfaatkan teknologi yang canggih.

Banten yang Berakhlakul Karimah, Berkemajuan dan Berdaya Saing

Religius sudah melekat pada provinsi Banten. Lahirnya ulama dan kiyai dari Banten sangat disegani oleh masyarakat luas. Karena hal itu maka sudah semestinya para penduduk di tanah jawara memiliki akhlak karimah yang sesuai dengan norma dan agama.Didikan seorang anak sejak usia dini sangat berdampak pada jati diri saat beranjak dewasa. Apakah anak tersebut akan tumbuh sebagai anak yang penurut, periang, pemarah dan lainnya itu tergantung didikan dasar ketika usia dini. Tak hanya mengharapkan anak menjadi pintar dan cerdas. Sopan, santun dan berakhlak mulia pun sebaiknya di ajarkan. Pada saat sekarang ini tidak sedikit anak tumbuh menjadi pribadi yang sangat pintar di bidang akademik, tapi karena tidak di barengi dengan didikan akhlak baik maka berdampak buruk pada hal– hal tertentu. Sangat disayangkan apabila hal tersebut terjadi pada tanah Jawara yang terkenal dengan religius.

Disarankan pemerintah membuat program rutin untuk mendidik para anak–anak usia dini di bidang akhlak. Program dan ide tersebut bisa kolaborasi dengan ahli – ahli pendidik dan warga sekolah. Program bisa dibuat sedetail dan semenarik mungkin yang berujung pada membekas pada anak. Program yang bisa membuat anak benar – benar mengingat hal tersebut untuk melakukan sebuah hal – hal yang baik.Layaknya sebuah kayu yang di pahat menjadi patung, akan tampak bagus nan indah apabila dipahat dengan baik dan sesuai aturan begitupun sebaliknya akan terlihat tidak bagus dan tidak menarik untuk di jual apabila di bentuk dengan teknik yang tidak baik dan tidak sesuai aturan. Sejatinya, apabila anak – anak yang tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter baik kemudian saat beranjak remaja tinggal mengembangkan karakter dan bakat tersebut.

Sangatlah penting mendidik dengan tegas supaya anak menjadi cerdas, semangat tinggi untuk berkompetisi serta berakhlak mulia. Maka peran masyarakat dan terutama para orang tua sangat berdampak besar untuk masa depan anak. Di jaman serba canggih dan serba teknologi inilah masyarakat bisa kolaborasi dalam hal mendidik anak. Harapannya pemuda Banten bisa membawa Banten menjadi maju, unggul, berprestasi dan berkompetisi.

Ada hadist yang menyebutkan “Tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina”. Masyarakat harus upgradedan updateilmu yang didapat. Banyak sekali di daerah pelosok Banten yang kurang mendapat pendidikan. Ada yang hanya tamat Madrasah Tsanawiyah, bahkan ada pula yang tidak tamat madrasah ibtidaiyah, sangat miris. Kasus tersebut terjadi karena masalah perekonomian keluarga yang tidak sanggup membayar biaya sekolah. Ada juga faktor kurangnya edukasi para orang tua yang beranggapan bahwa pendidikan tidak penting. Tidak sedikit kami jumpai anak – anak dibawah umur yang menjadi pengamen di sekitaran lampu lalu lintas, pengemis, dan lainnya yang seharusnya di jam tersebut mereka sedang belajar dan menimba ilmu di sekolah. Bagaimana mental mereka di latih? Dimanakah peran masyarakat dan orangtua?

 Maka dengan ini pemerintah disarankan lebih gencar lagi serius untuk masalah pendidikan anak. Semestinya untuk pendidikan bisa di buat program beasiswa sekolah gratis tak hanya di suatu daerah saja. Adapun program tersebut salah satunya bisa di buat dengan seleksi tujuannya adalah anak – anak bisa berkompetisi dan terpacu semangat untuk meraih sebuah prestasi beasiswa.Selanjutnya untuk jenjang pendidikan perguruan tinggi. Pemerintah bisa membuat program beasiswa kuliah diluar negri dengan kerjasama dengan kampus untuk putra putri daerah yang lahir dan besar di tanah Banten. Menimba ilmu di negri lain dan tak hanya ilmu akademis yang didapat, mental mereka pun sedang di latih. Mereka belajar, meneliti, menelaah apa yang ada di luar sana kemudian di implementasikan apa yang di dapat dari luar sana ke tanah Banten. Selain itu juga para pemuda bisa perlahan memperkenalkan Banten di luar sana. Sungguh sebuah hubungan mutualisme. Bersama generasi muda yang Berakhlakul Karimah, Berkemajuan dan Berdaya Saing, Banten akan maju dan akan memberikan perubahan pro rakyat.

Artikel ini pernah diterbitkan dalam sebuah buku yang berjudul 18 Tahun Provinsi Banten (2018)

Please follow and like us:

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *